FIRST TIME KE BANJARMASIN

Assalamualaikum, selamat berpuasa! Akhirnya nulis lagi! Hahaha maafin aku my dear blog, karena sekarang udah punya “partner” main setiap weekend jadi aku lebih produktif di luar rumah dan cukup males blogging ketika malam hari. Hmm… rasanya sudah cukup renta karena tiap nempel kasur langsung bablas.

Jadi, tahun kemarin (2018) adalah tahun yang sangat super duper amazing. Terlalu banyak kejutan baik di tahun 2018, walaupun ada juga hal yang sangat bikin sedih yang Alhamdulillah Allah Yang Maha Baik bikin semua hal Insyallah kembali semula seperti biasa, aamiin. Counting my blessing, yang tak terduga salah satunya adalah tahun 2018 bisa jalan-jalan ke 4 kota di Indonesia. Unplanned. Kalo kata orang yang dadakan selalu jadi dan seneng banget bisa menjajaki kaki di Kalimantan. Check poin baru!

Terbang ke Kalimantan karena undangan, temen nikah. Karena aku orangnya pintar mencari celah alias lebih nggak pengen rugi, jadi ke Kalimantan langsung bikin plan dadakan! All by my self, again. Untungnya sih temen-temen pada baik ya mau nurutin kemauanku wkwk.

Things i prepared:

  1. Hal yang pertama kita lakukan adalah berburu promo tiket pesawat, karena tanggal hari-hari arus balik mudik. Pelajaran penting yang harus diambil ketika beli tiket adalah: ketika nemu tiket murah, langsung klik! Nggak usah mikir! Ekspektasi selalu membunuh guys… aku pas itu nemu tiket harganya setengah dari tiket biasa, aku mikirnya hmm bisa nih dapet harga yang di bawah lagi. Eh besok-besoknya malah nggak ada lagi itu tiket murah. Ada sih pas detik-detik mutusin “udahlah harganya nggak bakal turun, ayo beli” eh ada tiket murah lagi, ya walaupun nggak semurah tiket awal, tapi maskapainya yang terkenal delay dan banyak kasus. Aku tim cari aman. Fyi, tiket murah itu kayaknya aku nemu H-5 bulan dan carinya jam 10.00-10.30 WIB.
  2. Booking hotel. Ya cari yang standar aja (cari promo sih hehehe), yang penting deket tempat wisata yang mau dituju jadi akses nggak terlalu jauh. Beruntungnya jaman ini kita dipemudah oleh transportasi online. Gampang banget ke mana-mana.
  3. Bikin schedule.

Hari pertama

Baru banget pulang dari mudik Cirebon, besoknya aku terbang ke Banjarmasin. Menyenangkan! Perjalanan sekitar 2 jam (?) dan mengalami perbedaan waktu 1 jam dengan Jakarta. Nggak ada acara delay, karena duduk di maskapai nomor satu di Indonesia hehe. Di Bandar Udara Syamsudin Noor nggak nemu tulisan judul bandaranya, sedih. Padahal kan ya pengen foto. Huhuhu.  Pilih penerbangan siang hari karena mau langsung berangkat lagi ke Kandangan, tempat yang punya hajatan. Perjalanan dari Banjarmasin ke Kandangan sekitar 4 jam naik mobil pribadi, fyi di Banjarmasin kendaraan umum nggak terlalu banyak: paling ada, bis. Rejekinya aku dan teman-teman diurus penjemputannya sama yang punya hajatan a.k.a Apit. Sampe di Kandangan malem hari, disambut dengan makan-makan dan bermalam di sana.

Hari kedua

Pagi hari kita disajikan beberapa makanan dan ada makanan khas Kandangan, Mandai. Mandai itu kulit cempedak yang sudah diasinkan. Uuuuasin banget rasanya! Menjelang siang acara hari pernikahan Apit, seneng rasanya bisa ikut menyaksikan kebahagiaan temen sendiri secara langsung. Seharian ini kita khusus acara akad aja karena cukup panjang tradisinya dan hari cukup pendek, Jumat. Malamnya kita menginap bersama di sebuah rumah yang telah disediakan.

Yang kusesalkan malam itu adalah nggak berani foto langit. Langitnya sebersih itu dan sebagus itu, bintangnya banyak banget sampe mau nangis (oke, berlebihan). Kayak liat foto milky way tapi secara langsung, sebanyak itu bintangnya! Itu karena pasti minim polusi udara. Kalimantan masih sebagiannya hutan-hutan, kan? Maka, cintailah bumi ini :’)

Hari ketiga

Pagi hari setelah acara resepsi kita (aku dan kedua temanku) agak cukup muka badak rewel minta anterin kenalannya yang punya hajatan untuk nganterin kita ke Banjarmasin, karena takut ke sorean di jalan. Jalanan masih asri, hutan dan gelap. Memang sih dari awal kesepakatan udah minta, nanti pas di Kandangan minta anterin pulang ke Banjarmasin lagi hehe.

Di perjalanan menuju Banjarmasin, kita di-mampir-in ke sebuah rumah makan yang menjual makanan khas Kalimantan Selatan (Kalsel) yaitu Nasi Pundut. Ini nasi yang dimasak dengan santan. Temenku reviewnya pada eneg, kalo menurutku: Enak! Karena disajikan hangat. Lalu, di Kalsel ini cukup jarang kita temukan kerupuk. Sampe bikin jokes sama temen-temen “kita jadi pengusaha buat jualin kerupuk ke Kalimantan deh, hahaha”.

Malam harinya udah nggak mikir mau coba makanan khas di Banjarmasin, cukup lelah. Cari makanan terdekat dari hotel aja.

Hari keempat

Memang pilih pesawat pulang larut sore, karena biar maksimal jalan-jalan di Banjarmasinnya. Dari hotel ke Bandara butuh waktu 30 menitan dengan pertimbangan nggak jauh juga dari tempat wisata yang mau dituju: Pasar terapung, rumah up dan berburu oleh-oleh. Ke mana-mana  naik transportasi online, nggak merogoh kocek kok. Destinasi pertama Pasar Terapung. Sengaja bangun pagi-pagi biar dapet sunrise di Pasar Terapung dan dapet view ibu-ibu pedagang yang naik perahu. Karena menurut yang ku baca pasarnya cuma sampe jam 7 pagi, jadi jam setengah 5 udah bangun siap-siap tanpa mandi.

Ternyata yang ku kunjungi ini adalah Pasar Terapung versi kecilnya, di kota. Untuk yang besarnya kita perlu naik kapal sekitar 1 jam perjalanan dan naik kapalnya cukup mahal sekitar Rp 300.000 per kapal, kalau tidak salah. Karena kita bingung tidak sesuai schedule, kita menyusuri area ini dan tiba di kapal yang akan berangkat ke Pulau Kembangan, ongkosnya sekitar Rp. 5000 saja! Jadi kita putuskan pergi kesana.

Di Pulau Kembangan ada biaya admin untuk masuk, mohon maaf untuk berapa biayanya silahkan googling karena aku lupa (sudah setahun yang lalu dan tidak ada data yang tersimpan untuk nominal). First time ngasih makan monyet-monyet, ternyata mereka nggak seserem yang ku bayangkan. Menyusuri Pulau Kembangan dituntun oleh tour guide lokal.

Menyusuri Sungai Barito dipagi hari… damai.

Dari Pulau Kembangan kita kembali lagi ke Pasar Terapung Kota, sempat jajan dan menyusuri areanya. Menemukan titik 0 KM. Lalu kita putuskan untuk langsung cari oleh-oleh dan kembali ke hotel. Nggak ke Rumah Up karena takut nggak terkejar waktu dan kita cukup lelah. Padahal udah minta kelonggaran waktu check out dengan pihak hotel, tapi kita tetep milih balik ke hotel untuk mandi lalu berkemas.

Selesai edisi jalan-jalan kali ini, menyenangkan bisa menghirup udara di Kalimantan Selatan.

❤ Rani

 

Thanks to: Hafiezah (Apit) dan keluarga, Mahisya (Icha), Agnes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *