REVIEW RAMADHAN

Selamat malam! Ya, Rani nulis ini malam-malam h-1 lebaran alias pas malam takbiran (ngedraft di notes handphone). Hangat sekali suasananya dan hangat pula suhu badan. 2 hari terkahir Ramadhan malah sakit tenggorokan dan demam, serasa dicuci dosanya (ya semoga). Lanjut nulis di malam lebaran, berawal dari ditinggal tidur oleh yang kekenyangan plus kelelahan setelah keliling silaturahmi seharian, lalu semangat nulis alias nggak pengen tidur cepet padahal udah minum obat batuk yang memiliki efek samping kantuk. Semoga malam ini bisa posting 2 tulisan!

Ok.

Mereview sebulan Ramadhan tahun ini, sejujurnya mungkin lebih banyak astagfirullahnya karena ibadah yang nggak istiqamah dari tahun-tahun sebelumnya, naik turun. Sedih. Semakin tua, rasanya malah berat memprioritaskan yang seharusnya prioritas, akhirat dulu baru dunia walaupun tetep harus seimbang antara habluminallah dan habluminnannas. Astagfirullah, ya walaupun sunnah itu hukumnya dikerjakan baik-tidak dikerjakan tidak apa-apa, tapi kalau tahun kemarin mampu kenapa tahun berikutnya lalai? Ckck. Too much things to do, too little time i have hmm bukan i have sih, lebih ke gimana cara ngatur waktunya.

Alhamdulillahnya… banyak banget sih honestly. Ya sebenernya kalau boleh ngeluh sebagai manusia ada aja yang dikeluhin, tapi dibanding itu lebih banyak juga yang patut disyukuri (walau kadang sebagai manusia tetep cengeng kalo udah nggak kuat hehe). Jadi inget quote ini “Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.” – Ali Bin Abi Thalib. Ya, Alhamdulillah. Banyak hal baru yang dipertemukan saat ramadhan tahun ini, salah satunya: waktu edisi buku berkaki ngabuburit bersama adik-adik yang tinggal di samping kali Ciliwung. Senang rasanya bisa berbagi, walau sedikit-dari Rani (cuma bantuin ngemong adik-adik hehehe), tapi Rani dapet banyak pelajaran berharga dari mereka. Semoga kebahagiaan selalu mengelilingi kita semua. Aamiin.

Mohon maaf atas segala tulisan Rani (sebelum postingan ini, di postingan yang ini atau setelah postingan ini) yang mungkin menyayat hati para pembaca (kayak ada aja yang baca he he he), semoga Lebaran ini Allah memberikan lembaran putih bersih yang baru lagi, untuk kita semua mengerjakan amalan-amalan baik. Semoga dipertemukan lagi dengan Ramadhan berikutnya, insyaallah. Aamiin. Selamat berlebaran, badan menjadi lebar dan berikan keluarga senyum terlebar!

❤ Rani

Note: Ternyata Rani sangat mengantuk, dicicil satu postingan dulu ya readers!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *